<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>LIFE, LOVE &#38; WILL LEAVE INDONESIA</title>
	<atom:link href="http://kurtuby.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kurtuby.wordpress.com</link>
	<description>What you read isn't what you get</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Oct 2007 16:42:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kurtuby.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/38bab9b2a5548b6b1ef0def5895d9e42?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LIFE, LOVE &#38; WILL LEAVE INDONESIA</title>
		<link>http://kurtuby.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Aliran Ses(a)at Fenomena Alam Gaib</title>
		<link>http://kurtuby.wordpress.com/2007/10/30/aliran-sesaat-fenomena-alam-gaib/</link>
		<comments>http://kurtuby.wordpress.com/2007/10/30/aliran-sesaat-fenomena-alam-gaib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 15:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurtuby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Keanehan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kurtuby.wordpress.com/2007/10/30/aliran-sesaat-fenomena-alam-gaib/</guid>
		<description><![CDATA[Aliran sesat yang diklaim oleh Kepolisian dan berbagai masyarakat kini bermunculan kembali. Yang terbaru adalah alquran suci, Alqiyadah, Ruhul Kudus. Sebelumnya ada Komunitas Lia Eden. Masing-masing aliran anehnya, banyak sekali pengikutnya. Bukan saja kalangan biasa namun orang-orang yang secara intelektual adalah kelas pendidikan tinggi. Di sini bisa dikemukakan sebuah pertanyaan singkat. Mungkinkah saat rasionalitas tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kurtuby.wordpress.com&blog=2018580&post=8&subd=kurtuby&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aliran sesat yang diklaim oleh Kepolisian dan berbagai masyarakat kini bermunculan kembali. Yang terbaru adalah alquran suci, Alqiyadah, Ruhul Kudus. Sebelumnya ada Komunitas Lia Eden. Masing-masing aliran anehnya, banyak sekali pengikutnya. Bukan saja kalangan biasa namun orang-orang yang secara intelektual adalah kelas pendidikan tinggi. Di sini bisa dikemukakan sebuah pertanyaan singkat. Mungkinkah saat rasionalitas tak bisa menjawab, tak bisa menyentuh, tapi ada faktor x (yang gaib) tiba-tiba bisa dirasakan, mengademkan hati dan menenangkan pikiran, menentramkan,  lalu kemudian inilah yang dianggap sebagai sesuatu yang baru dan mencengangkan?</p>
<p>Asumsi dari persoalan diatas yang akan saya ajukan pada tulisan  ini adalah bahwa <strong>manakala seseorang tidak mempunyai pembimbing spiritual, sangat dikhawatirkan mentalnya  tidak siap menghadapi ketika mengalami suatu keadaan yang tidak biasa. </strong></p>
<p>Hipotesis yang saya ajukan ini mungkin hal yang mengada-ada. Namun juga buakn sesuatu yang diada-adakan. Bukankah aliran itu pun mengada-ada. Tapi kenyataanya ada. Karena itu pendekatan rasionalitas tidak saya kemukakan untuk membahas persoalan ini. Saya ingin mendekatinya melalui pengalaman-pengalaman yang terjadi di dunia pesantren.</p>
<p>Betapa banyak seseorang mengalami suatu keanehan dalam dirinya yang muncul tiba-tiba. Misalanya bisa kita simak omongan kyai saya saat salah satu santrinya mengalami sesuatu yang aneh:</p>
<blockquote><p>Pak, saya takut selama ini keadaan saya sangat lain dari biasanya ibarat suatu keistimewaan.</p>
<p><em>Pertama, s</em>aat saya membaca Alquran. Entah bagaimana rasanya nikmat sekali. Hampir-hampir saya tidak percaya. Suara yang dikeluarkan berbeda-beda. Padahal suara itu muncul dari mulut saya. Saking nikmatnya, saya membaca dan mengerti artinya dengan waktu yang lama. Dimulai dari jam malam hari hingga jam 9.00 pagi.</p>
<p><em>Keistimewaan kedua, </em>saya shalat. Dalam kondisi shalat itu saya mengalami suatu keadaan yang amat nikmatnya. Saya tiba-tiba melanglang buana di tempat sebuah taman yang indah luar biasa. Belum pernah kualami hingga sebegitu nikmatnya. Kota-kota yang indahfff, burung-burung yang berwarna-warni. Tiba-tiba pula alam sekitar itu putih semuanya. Saya berada di suatu tempat yang asing tapi juga saya tidak ingin kembali.</p>
<p><em>Keistimewaan ketiga, </em>Saya bertemu dengan orang-orang alim.  Tiba-tiba saja dalam waktu yang singkat, saya berada di suatu tempat dimana di situ banyak sekali para ulama. Berbaju putih-putih. Kemudian saya salah satu dari mereka. Rasanya aku ini berada pada komunitas yang terhormat. Saya waktu itu benar-benar di tempatkan pada tempat yang dihormati.</p></blockquote>
<p>Ketiga hal itu adalah salah satu pengalaman rohan yang nyata ( untuk bukti, orangnya masih ada) seorang santri yang dituturkan pada seorang kyainya. Intinya dari obrolan malam itu, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa seseorang bisa saja mengalami suatu keadaan (keistimewaan) yang sangat irasional kapan saja dan dimana saja. Namun pengalaman rohani itu bisa terjadi pada siapa saja, dengan tidak memandang baju ideologi dan agama.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kurtuby.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kurtuby.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kurtuby.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kurtuby.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kurtuby.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kurtuby.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kurtuby.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kurtuby.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kurtuby.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kurtuby.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kurtuby.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kurtuby.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kurtuby.wordpress.com&blog=2018580&post=8&subd=kurtuby&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kurtuby.wordpress.com/2007/10/30/aliran-sesaat-fenomena-alam-gaib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63e3dff0a07c725d377f849efaa27856?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kurtuby</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia tidak Lepas dari Lobang</title>
		<link>http://kurtuby.wordpress.com/2007/10/30/manusia-tidak-lepas-dari-lobang/</link>
		<comments>http://kurtuby.wordpress.com/2007/10/30/manusia-tidak-lepas-dari-lobang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 09:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurtuby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kurtuby.wordpress.com/2007/10/30/manusia-tidak-lepas-dari-lobang/</guid>
		<description><![CDATA[Istilah &#8220;lubang&#8221; jangan dikira di luar eksistensi manusia. Justru manusia eksis karena &#8220;lubang&#8221;. Bahkan ia menjadi mitra manusia di hampir semua aspek kehidupan ini. Bahkan kehebatan manusia justru konon, bisa mengenal lubang itu sendiri. Sebaliknya, kesengsaraan manusia karena tidak mengenal lubangnya.

Tidak percaya, lihatlah saat kita lahir, bukankah kita berasal dari sebuah lubang yang terawat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kurtuby.wordpress.com&blog=2018580&post=3&subd=kurtuby&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://kurtuby.files.wordpress.com/2007/10/vagina-monologue.thumbnail.png?w=153&#038;h=79" alt="vagina-monologue.png" align="left" height="79" width="153" />Istilah &#8220;lubang&#8221; jangan dikira di luar eksistensi manusia. Justru manusia eksis karena &#8220;lubang&#8221;. Bahkan ia menjadi mitra manusia di hampir semua aspek kehidupan ini. Bahkan kehebatan manusia justru konon, bisa mengenal lubang itu sendiri. Sebaliknya, kesengsaraan manusia karena tidak mengenal lubangnya.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p>Tidak percaya, lihatlah saat kita lahir, bukankah kita berasal dari sebuah lubang yang terawat dan <em>untouchtable </em>bagi orang yang tidak memiliki akses ke sana. Bahkan keajaiban lubang ini, mampu menandingi sulap sekelas David Copperfield. Bayangkan diameter yang semula tidak mungkin mengeluarkan individu baru, tiba-tiba terbelah dan terbuka lebar dalam keadaan yang menegangkan. Semua orang pun, merasa was-was dengan sesuatu yang keluar dari lubang ini. Namun merasa bahagia jika sudah berhasil keluar dari lubang.</p>
<p>Pada perjalanan berikutnya, anehnya manusia yang berlubang itu mencari keseimbangan justeru dengan individu lain yang tidak  berlubang. Bahkan menjadi daya tarik dan mampu menghasilkan karya-karya sastra. Konsekwensinya banyak sekali dunia ini ramai. Hingga philosof mendasari bahwa hidup tidak bisa lepas dari urusan lubang itu. Bahkan ukuran bahagia dan tidak, dikonotasikan pada urusan lubang.</p>
<p>Kejar mengejar karir, politik, ekonomi, sosial dan lain-lain. Bahkan ada yang melalui hantam sana hantam sini, tidak terlepas demi untuk membahagiakan eksistensi lubang. Adapula yang kelebihan harta, hingga membutuhakn lubang lebih dari satu. Ada yang melalui cara legal ada pula yang ilegal. bahkan konon dalam kehidupan manusia, lubang ilegal itu bisa bebas didapat di mana saja, asal melalui sebuah trik dan biaya yang tidak besar. Dari sini kemudian lahirlah bisnis lubang yang banyak bertebaran dari mulai hotel berbintang selaksa hingga di emperan rumah bedeng. Anehnya, semuanya mengaku sama, saat menikmati lubang itu sendiri, baik yang berkantong tebal maupun tipis.</p>
<p>Tapi konon bagi yang punya buku putih, lubang itu bukan sembarangan. Karena dianggap itu merupakan cita-cita suci maka rawatlah lubang itu biartetap suci. Adanya penyakit yang mengancam generasi manusia diakibatkan salah satunya karena persoalan lubang yang tidak didasari oleh juklak pada buku putih. Sehingga banyak yang berpandangan : <strong>satu lobang rame-rame. </strong></p>
<p>Tapi bagaimanapun juga  perjalanan manusia dari awal berasal dari lubang, maka akhirnyapun ia akan menemui lubang pula. Menurut catatan &#8220;buku putih&#8221;, di saat manusia menghahiri hidupnya, ia pun akan pergi menuju lubang. Lubang ini pun tidak seberapa luasnya. Hanya 2 x 1 m. Orang semua hawatir akan selamat atau tidak di lubang ini&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kurtuby.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kurtuby.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kurtuby.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kurtuby.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kurtuby.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kurtuby.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kurtuby.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kurtuby.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kurtuby.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kurtuby.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kurtuby.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kurtuby.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kurtuby.wordpress.com&blog=2018580&post=3&subd=kurtuby&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kurtuby.wordpress.com/2007/10/30/manusia-tidak-lepas-dari-lobang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63e3dff0a07c725d377f849efaa27856?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kurtuby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kurtuby.files.wordpress.com/2007/10/vagina-monologue.thumbnail.png" medium="image">
			<media:title type="html">vagina-monologue.png</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>